Proyeksi Sementara, Hillary Bakal Menang Pemilu AS

Washington – Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, untuk sementara ini masih calon kuat memenangkan Pemilu AS melawan kandidat Republik, Donald Trump. Untuk memenangkan Pemilu AS, seorang kandidat harus mendapatkan setidaknya 270 suara. Menurut survei tentang proyeksi perolehan suara elektorat yang dilakukan berbagai media, Hillary berpotensi mendapatkan lebih dari 270 suara. Financial Times memproyeksikan Hillary memperoleh 273 suara di mana 212 di antaranya sudah solid dan 61 memiliki kecenderungan kuat. Sementara Trump, memiliki 154 suara, dengan 84 solid dan 70 cenderung memilih Trump. Masih ada 111 suara yang bisa diperebutkan, namun jika Trump merebut semua suara itu, Hillary masih tetap akan memenangkan pemilu. Menurut survei CNN , Hillary memiliki dukungan 273 suara sementara Trump memiliki 194 suara. Berdasarkan survei ini, Hillary masih unggulan kuat Pemilu AS dengan dukungan lebih dari 270 suara. Oleh karena itu dalam 70 hari ke depan, kubu Trump harus merebut suara dari negara-negara bagian yang mendukung Hillary Clinton dan massa mengambang. Hillary sendiri tidak boleh merasa di atas angin, karena survei elektabilitas menunjukkan Trump mulai memperkecil ketertinggalannya. Menurut survei mingguan terkini (22 Agustus-28 Agustus) yang dilakukan NBC News , Clinton memiliki elektabilitas 48 persen dibandingkan Trump 42 persen atau selisih enam poin. Pekan sebelumnya, selisih antara keduanya adalah delapan poin untuk Hillary. Sementara survei yang dilakukan LA Times dan USC pada 22 Agustus 2016 hingga 28 Agustus 2016 menempatkan keduanya dalam posisi seri dengan elektabilitas 44 persen. Survei Monmouth pada 25 Agustus-28 Agustus, menempatkan Hillary unggul 49 persen dibanding Trump 42 persen. Faisal Maliki Baskoro/FMB CNN, Financial Times, NBC News

Sumber: BeritaSatu