Koalisi Permanen Prabowo-Hatta Ibarat Muda-Mudi yang Lagi Pacaran

JAKARTA, RIMANEWS – Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan koalisi permanen kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) ibarat hubungan muda-mudi yang berpacaran, banyak janji manis dan sedang mesra-mesranya. “Ini kan baru ini, ya, baru pacaran. Kan janjinya banyak. Baru pacaran, makanya janjinya kita akan bersama,” kata Tifatul setelah acara pengajian Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/7) malam. Baca Juga PKS: Keberadaan Warga Negara Cina Sudah Mengkhawatirkan PKS Desak Pemerintah Ikut Hentikan Pembantaian di Aleppo PKS Tak Sepakat PDIP Dapat Satu Kursi Pimpinan DPR PKS Petakan Kebutuhan Pengungsi Aceh Batal Teken TPP, AS Pertegas Hubungan dengan ASEAN Mendengar pernyataan Tifatul, sahutan canda datang dari para jurnalis yang mengerumuni dia. “Kawin saja bisa cerai ya, Pak?” kata seorang jurnalis yang langsung disambut tawa dari Tifatul. “Ha ha ha… terjemahannya banyak,” Tifatul menimpali celetukan wartawan. Sebelumnya, pada Senin (15/7) partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih yang bersama-sama mengusung Prabowo-Hatta di ajang Pemilu Presiden 2014 melakukan penandatanganan perjanjian koalisi yang kemudian santer disebut koalisi permanen koalisi tambun itu. Koalisi tersebut dipimpin oleh Gerindra, partainya Prabowo, yang berhasil merangkul 5 partai lain, Golkar, Demokrat, PAN, PKS, dan PPP. Meskipun perolehan suara Gerindra pada Pemilu Legislatif 9 April lalu lebih rendah dari Golkar, Gerindra mampu menggiring partai tua tersebut untuk ikut mendukung Prabowo-Hatta. Suara Golkar diyakini menambah perolehan suara Prabowo-Hatta pada Pilpres lalu secara signifikan. Yang menarik pada event deklarasi koalisi permanen Prabowo-Hatta pada Senin lalu adalah Partai Demokrat yang tidak mengirimkan wakil tertingginya. Fakta tidak hadirnya pemimpin puncak Demokrat pada deklarasi koalisi permanen tersebut dinilai banyak pengamat bahwa partai besar itu tidak seratus persen mendukung kubu Prabowo-Hatta. Hal ini disebabkan oleh adanya kemungkinan tidak suksesnya pasangan tersebut memenangkan duel politik melawan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Hasil hitung cepat perolehan suara pada Pilpres 2014 yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei kredibel di Tanah Air menunjukkan pasangan nomor urut dua tersebut mengungguli Prabowo-Hatta dengan selisih 3 hingga 4 persen. Satu persatu partai di tubuh Koalisi Merah Putih mulai berpikir ulang atas perjanjian koalisi permanen dengan Prabowo-Hatta. Kemungkinan Jokowi-JK memenangkan Pilpres 2014 semakin disadari oleh partai-partai pendukung pasangan militer-birokrat itu. Setelah kader-kader Golkar menyuarakan kemungkinan menyeberang ke koalisi Jokowi-JK jika keduanya dinyatakan menang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) 22 Juli mendatang, kini PKS juga tampak limbung. Tifatul menilai koalisi permanen pengusung Prabowo-Hatta masih pada tingkat verbal dengan menyatakan sikap politik masing-masing partai akan setia kepada pasangan itu. Pernyataan politik tersebut, menurut Tifatul, bukan harga mati bagi PKS. Dianalogikan olehnya koalisi PKS dengan pemerintahan saat ini yang kadang rekat dan kadang menjauh. “Kami koalisi sekarang kan bukan hanya pernyataan, tetapi tertulis dan di atas meterai, tapi kan dalam perjalanannya up and down . Jadi jangan terlalu bersemangat dan jangan terlalu kendor juga, sedang-sedang saja,” demikian Tifatul Sembiring mengatakan. (Maghfurrodhi) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Fokus Isu , PKS , tifatul sembiring , pilpres 2014 , Prabowo-Hatta , Koalisi Merah Putih , Koalisi Permanen , Fokus Isu , PKS , tifatul sembiring , pilpres 2014 , Prabowo-Hatta , Koalisi Merah Putih , Koalisi Permanen

Sumber: RimaNews