I Made jalani proses pemulihan

Sindonews.com – Meski kondisinya sudah membaik, proses pengobatan terhadap penjaga gawang Persib I Made Wirawan belum usai. Kiper yang juga terpilih dalam skuad tim nasional Indonesia itu masih mengalami memar di leher bagian kanan. Sebelumnya, Made terpaksa ditandu keluar lapangan saat pertandingan Persib menjamu Persegres Gresik United, Minggu (30/3) memasuki menit ke-72. Bagian kepala kiper kelahiran Gianyar, Bali tersebut terbentur lutut striker lawan, Risky Novriansyah. Akibarnya, Made tak sadarkan diri dan sempat membuat cemas seisi Stadion Siliwangi. Meski sudah siuman beberapa menit kemudian, dia langsung mendapatkan bantuan pernafasan dari tabung oksigen. Pelatih Kiper Persib Anwar Sanusi mengatakan, saat ini Made sudah dalam kondisi normal. Namun, belum mencapai tahap siap untuk diturunkan dalam pertandingan. Memar yang masih tampak di bagian leher Made membuatnya masih harus menjalani terapi. “Dia sudah sehat, tapi untuk tampil sepertinya belum siap. Dia masih harus menjalani beberapa tahap pengobatan lagi. Untuk kondisi secara medis, pastinya tim dokter Persib yang lebih tahu. Tapi secara kasat mata masih terlihat memar, dan Made pun mengakui di bagian leher masih terasa sakit saat digerakkan,” tutur Anwar. Di sesi latihan kemarin, Made pun sudah beraktivitas di lapangan. Namun kondisi seperti itu membuatnya belum diizinkan untuk bergabung dengan pemain-pemain Persib lainnya. Dia menerima menu latihan berbeda yang lebih ringan. “Dia tetap berlatih karena secara keseluruhan memang tidak ada gangguan apa-apa lagi, tapi belum bisa menjalani latihan secara normal seperti kiper-kiper Persib lainnya (Shahar Ginanjar dan Cecep Supriatna),” ujar pelatih kiper yang biasa disapa Away ini. Anwar mengatakan, meski keadaan Made secara medis membaik, namun dia menghawatirkan kondisi mental sang penjaga gawang. Seorang kiper yang mengalami cedera karena bermanuver, kata Anwar, biasanya mengalami trauma saat kembali diturunkan untuk beraksi di bawah mistar gawang. Bahkan, kondisi trauma itu bisa hinggap dalam pikiran Made dalam jangka waktu cukup lama. “Yang jadi fokus sekarang adalah penyembuhan traumanya saja, dan mungkin lumayan lama. Trauma akan membuat seorang kiper mangalami rasa takut dan ragu-ragu saat akan terlibat kontak fisik dengan pemain depan lawan yang berhadapan dengannya. Semoga trauma yang doalami Made bisa cepat hilang,” pungkas Anwar. ( wbs ) dibaca 942x

Sumber: Sindonews