1997: Pecah Tawuran Suporter Paling Brutal di Belanda

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada hari ini, 23 Maret 1997 silam, kancah sepak bola Belanda sempat berduka karena terjadi insiden mencekam antara suporter Feyenoord dan Ajax. Kerusuhan tersebut dikenang sebagai “Pertempuran Beverwijk”. Aksi hooliganisme antara suporter Feyenoord dan Ajax sudah terjadi sekitar 1960 silam. Namun, bentrokan paling fatal memang terjadi pada 1997. Insiden itu melibatkan lebih banyak massa, mengganggu ketertiban umum dan bahkan menewaskan seorang suporter. Baca juga 1912: Debut Hebat Hugo Meisl sebagai Pelatih Austria 1995: Berakhirnya Kebersamaan Legenda Inggris dengan Republik Irlandia 1872: Digelarnya Laga Internasional Pertama di Dunia Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart Pertempuran Beverwijk gagal terdeteksi oleh pihak kepolisian karena tidak diawali dengan pertandingan Ajax kontra Feyenoord. Kedua suporter sengaja berkumpul di sebuah lahan yang berada di kota Beverwijk hanya untuk tawuran. Tak terhitung jelas, korban luka-luka yang terdapat dalam pertempuran Beverwijk. Namun, tawuran yang hanya berlangsung sekitar 10 menit itu telah menewaskan salah satu suporter Ajax yang bernama Carlo Picornie. Pemberitaan setempat mengabarkan, Picornie adalah ketua hooligan Ajax. Ia tewas secara mengenaskan setelah tertusuk pisau dan terkena hantaman benda tumpul. Belakangan diketahui, pria berusia 35 tahun itu berprofesi sebagai manajer hotel dan memiliki dua orang anak. Pemerintah Belanda lantas memperketat aturan terhadap para suporter sepak bola selepas insiden berdarah itu. Namun, dari sekian banyak suporter yang ditangkap, tidak ada satu pun yang mau bertanggung jawab atas kematian Carlo. Para suporter kedua tim hanya ditangkap dengan tuduhan melakukan tindak anarki. (tdifh) Berikut cuplikan video Pertempuran Beverwijk: (KAU)

Sumber: MetroTVNews