UU Minerba Murni Demi Masa Depan Pertambangan Indonesia

RIMANEWS – Chief Executive Officer (CEO) Freeport McMoran Copper & Gold Inc Richard C. Adkerson bertamu ke kantor Menteri Keuangan Chatib Basri untuk membahas pemberlakukan pajak atau bea keluar untuk ekspor mineral dan tambang. Sementara itu, Chatib Basri menegaskan pemberlakuan bea keluar untuk ekspor mineral ini dilakukan bukan untuk mencari keuntungan negara. Kebijakan ini diberlakukan untuk melindungi kekayaan negara dan mengarahkan perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia membangun pabrik pemurnian atau smelter di dalam negeri. Sehingga tak ada lagi ekspor tambang mentah. Chatib menjelaskan dalam 5 tahun terakhir sejak undang-undang Minerba dibuat pada 2009, tidak ada tekanan kepada perusahaan tambang untuk membuat smelter “Bea keluar ini tujuannya adalah untuk memastikan smelter dibangun di Indonesia, bahwa ada nilai tambah dibangun di Indonesia. Jadi ini instrumen fiskal untuk memaksa asing bangun smelter di sini. Tujuannya bukan mengambil keuntungan,” kata Chatib dalam seminar ekonomi yang diadakan Indonesia Financial Today di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (30/1/2014). Baca Juga Fitch Rating tingkatkan rating kredit Indonesia DPR: tak ada kemiripian uang rupiah baru dengan yuan Pelabuhan di bawah Pelindo I siap hadapi natal “Kita tidak boleh mengulangi kesalahan. Karena kita tahu masa depan Indonesia tidak tergantung pada SDA (sumber daya alam) dan barang mentah. Karena itu kita perlu melakukan diversifikasi.” kata Chatib. (chus) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Ekonomi , UU , TAMBANG , industri , Ekonomi , UU , TAMBANG , industri , Ekonomi , UU , TAMBANG , industri

Sumber: RimaNews