Rakyat Korsel Sambut Gembira Impeachment Presiden Park

Seoul – Presiden Korea Selatan Park Geun-hye dimakzulkan (impeachment) oleh Parlemen hari ini karena terlibat skandal korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Pemerintahan Korea Selatan untuk sementara waktu akan dipegang oleh Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn. Sebanyak 234 anggota parlemen -lebih dari 2/3 suara yang dibutuhkan- mendukung impeachment sementara 56 orang menolak. Hasil voting ini menjadikan Park sebagai presiden Korsel pertama yang terpilih secara demokratis yang dicopot dari kekuasaan. Kabar mundurnya Park disambut gembira oleh ribuan orang yang menunggu di luar gedung parlemen. Berdasarkan jajak pendapat Realmeter pada Kamis (7/12), 78,2 persen responden menginginkan pemakzulan Park. Park akan melakukan pertemuan informal dengan kabinetnya sore ini untuk membahas transisi kekuasaan ke PM Hwang. Hwang akan menjadi pemimpin sementara sampai mahkamah konstitusi menyetujui mosi pemakzulan dalam 180 hari ke depan. Jika mosi disetujui oleh MK maka pemilu akan diadakan dalam 60 hari ke depan setelah keputusan MK. Ketua Parlemen Korea Selatan Chung Sye-kyun mengatakan bahwa setelah Park disuspensi, kabinet harus tetap fokus melakukan pekerjaannya. Indeks Kospi Korea Selatan sudah mengantisipasi mundurnya Park dan pelaku pasar sudah melakukan akumulasi beli sebelumnya sehingga bursa mengalami tekanan jual hari ini. Hari ini Kospi turun 0,31 persen ke 2.024,69. Nilai tukar won terhadap dolar AS terdepresiasi 0,6 persen ke 1.165,93. ” Impeachment menjadi sentimen positif bagi pasar. Dengan adanya kejadian ini, maka hubungan antara para konglomerat ( chaebol ) dan dunia politik akan terputus dan tata kelola perusahaan akan membaik. Siapapun presiden berikutnya, dia akan memilih kebijakan fiskal untuk mendorong perekonomian yang melambat,” kata Huh Nam-kwon, chief investment officer di Shinyoung Asset Management kepada Bloomberg . Presiden Park diguncang skandal yang melibatkan teman dekatnya Choi Soon Sil. Choi memanfaatkan kedekatannya dengan Park untuk kepentingan pribadi seperti untuk menekan pebisnis supaya menyumbang ke yayasan milik Choi. Skandal Park juga melibatkan pimpinan Samsung Group Jay Y. Lee. Dalam rapat dengar pendapat dengan parlemen awal pekan ini, Jay membantah dirinya memerintahkan sumbangan untuk mendapatkan bantuan politik dari Park. Lee adalah salah satu dari sembilan konglomerat Korsel ( chaebol ) yang dipanggil parlemen untuk mengklarifikasi donasi puluhan juta dolar kepada yayasan milik Choi. Konglomerat lainnya yang dipanggil adalah Chung Mong-koo, pemimpin Hyundai Motor Group. Pada Sabtu (26/11) ratusan ribu massa melakukan aksi unjuk rasa untuk menekan Park supaya mundur. Pada hari Selasa (29/11), Park dalam pidatonya meminta maaf kepada rakyat Korsel dan mengatakan siap mengundurkan diri juga menyerahkan sepenuhnya proses pemakzulan pada parlemen. Rencananya parlemen akan melakukan voting pemakzulan Park pada Jumat (2/12) namun ditunda hingga hari ini. Sejak pemilu bebas dan adil di Korsel pada 1987, setiap presiden yang menghadapi penyelidikan korupsi dipaksa untuk mundur, termasuk Roh Moo-hyun, yang memutuskan bunuh diri dengan cara terjun dari tebing, saat tersangkut kasus korupsi. Roh juga dimakzulkan oleh parlemen pada 2004, namun mosi itu dibatalkan oleh MK dengan alasan dasar pemakzulan tidak cukup. Faisal Maliki Baskoro/Natasia Christy Wahyuni/FMB Bloomberg,AFP, Yonhap

Sumber: BeritaSatu