Pemerintah Harapkan Partisipasi Pilkada Serentak Meningkat

Jakarta – Pemerintah berharap agar partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017 meningkat dibandingkan Pilkada Serentak 2015. Karena itulah, sejumlah cara dilakukan agar partisipasi menjadi melampaui pilkada sebelumnya. “Kami inginkan harus lebih tinggi. Kalau pilkada lalu di atas 70 persen, mudah-mudahan lebih meningkat,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo seusai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi II DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/12). Seperti diketahui, Pilkada Serentak 2017 berlangsung pada 15 Februari 2017 di 101 daerah, terdiri atas tujuh provinsi, 76 kabupaten dan 18 kota. “Makanya hari Rabu pilkadanya, karena tengah pekan,” ujar Tjahjo. Inti dari partisipasi maksimal, menurutnya, hak pilih digunakan masyarakat. “Kuncinya sosialisasi agar masyarakat gunakan hak pilih di daerahnya masing-masing,” ucapnya. Salah satu kesimpulan Raker mencantumkan bahwa Komisi II mendukung upaya Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) untuk meningkatkan partisipasi pemilih. “Peningkatan partisipasi dilakukan melalui menetapkan hari libur pada saat pemungutan suara di daerah yang melaksanakan pilkada,” kata Ketua Komisi II Rambe Kamarulzaman. Selain itu, dia menyatakan, masyarakat perlu diberikan pemahaman untuk peduli dan berpartisipasi pada pelaksanaan pilkada. “Lalu, mensosialisasikan pentingnya pilkada melalui media cetak dan elektronik. Terakhir, menjamin hak-hak konstitusi masyarakat dengan KTP elektronik atau surat keterangan penduduk dari Dukcapil yang telah terdata dalam database kependudukan,” tegas politisi Partai Golkar ini. Carlos KY Paath/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu