KLB PSSI Tak Ada Agenda Pemilihan Ketua Umum, Ini Kata Nurdin Halid

KLB PSSI tak mengagendakan pemilihan ketua umum baru, melainkan hanya akan menetapkan Hinca Panjaitan sebagai Plt. Ketua Umum. Solopos.com, JAKARTA — Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI tidak mengagendakan adanya pemilihan ketua umum, melainkan hanya menetapkan Hinca Panjaitan sebagai Plt. Ketua Umum federasi sepak bola Indonesia itu. Artinya, posisi Ketua Umum yang dipegang La Nyalla Mattalitti belum tergeser. Mantan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid pun berbicara. Kepada wartawan di Jakarta, Nurdin mengatakan seharusnya kongres adalah untuk memilih pengurus, termasuk Ketua Umum dan anggota Exco. “Kongres untuk pilih pengurus, khususnya ketua umum dan exco. Kongres juga tidak boleh tidak berlandaskan pada statuta PSSI. Tentu harus memberikan ruang yang luas kepada semua pihak, yang berkeadilan kepada seluruh insan sepak bola Indonesia untuk mengelola sepak bola Indonesia yang mandiri,” kata dia seperti ditayangkan Metro TV , Rabu (3/8/2016) pagi. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PSSI, Azwan Karim, menyatakan sudah sudah mengirimkan undangan kepada semua pemegang hak suara pada 1 Juli 2016 lalu. Dia mengungkapkan ada beberapa agenda penting yang bakal dibahas di KLB nanti. “Seperti, penetapan Pak Hinca Pandjaitan sebagai Plt Ketua Umum PSSI hingga Kongres Pemilihan PSSI di bulan Oktober 2016 mendatang,” kata Azwan seperti dikutip dari Liputan6.com , Selasa (2/8/2016). “Penetapan pemilihan anggota Komite Eksekutif yang baru atau tiga posisi yang kosong saja [Satu Presiden dan Dua Anggota Exco]. Penetapan tanggal pelaksanaan Kongres Tahunan Pemilihan PSSI, Pengesahan revisi Kode Pemilihan PSSI [Electoral Code],” lanjut Azwan. Sedangkan kelompok K85 yang berisi 92 anggota, mengajukan sejumlah tuntutan. Dari total 92 anggota K85 yang terdaftar, hanya 17 klub yang hadir dalam pertemuan tersebut. Berikut sikap Kelompok 85 terkait agenda KLB PSSI: 1. Setuju pada penunjukkan Hinca Panjaitan sebagai Acting President PSSI hingga Kongres selanjutnya. 2. Menuntut pergantian seluruh anggota Exco, bukan mencari tiga nama yang diperlukan untuk mengisi kekosongan. 3. Mendesak untuk memajukan jadwal KLB selanjutnya. Seperti yang diketahui, PSSI hanya memberikan tenggat waktu hingga 31 Oktober 2016 agar KLB dilangsungkan. 4. Mengawal PSSI agar tidak melanggar electoral code. K85 tetap dalam posisi menunggu hingga saat ini, sebesar apa perubahan dalam electoral code ini. 5. Menyiapkan enam nama untuk menjadi anggota Komite Pemilihan yang diketuai Agum Gumelar. 6. Menyetujui penunjukkan Erick Thohir sebagai Ketua Komite Banding Pemilihan dan memberikan hak kepada Erick untuk memilih anggotanya. lowongan kerja lowongan kerja Perusahaan distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos