IORA Bahas Interaksi Multikultural di Kawasan Samudra Hindia

Jakarta – Perkembangan Indian Ocean Rim Association (IORA) sebagai wadah kerja sama regional diharapkan lebih meningkat di bawah kepemimpinan Indonesia 2015 – 2017, khususnya dalam aspek kebudayaan. “Dalam membangun kerja sama regional, kekayaan budaya di Samudra Hindia dapat menjadi dasar untuk meningkatkan diplomasi kebudayaan,” ujar Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI, Adriana Elisabeth, dalam kegiatan Track Two Regional Workshop of IORAG di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (10/10). Kawasan Samudra Hindia, lanjut Adriana, memiliki potensi yang besar untuk membangun masyarakat multikultural. Sebabnya, lanjut dia, banyak terjadi aspek connectivity dari interaksi manusia. “Interaksi yang dilakukan manusia sudah terjadi sejak lama, baik dengan alasan perdagangan atau dengan alasan lainnya yang memunculkan culture dari satu tempat ketempat lain yang saling terhubung,” papar Adriana. “Dengan adanya perpindahan orang akan ada jaringan dan diaspora, seperti yang kita tahu di Indonesia ada diaspora India, diaspora China, Arab dan sebagainya. Sebaliknya kita juga ada di Madagazkar, walaupun kecil,” tambahnya. Sebagai salah satu prioritas IORA, kata dia, kerja sama dalam bidang pertukaran kebudayaan dan pariwisata mendorong pemahaman antar semua pihak dalam melihat keunikan dan keanekaragaman budaya di kawasan. “Negara-negara yang tergabung dalam diskusi regional ini juga mengharapkan adanya kelanjutan dari diskusi yang berkaitan dengan kebudayaan ( culture ),” kata Adriana. Andryani/FER BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu