Persib vs Mitra Kukar, Perang Kekuatan Lini Tengah

Namun, dalam laga tunggal layaknya final, status unggulan tidak akan memberikan peran.
Gelandang bertahan Persib Bandung Hariono mengatakan, tidak ada tim yang punya peluang lebih besar untuk menang sebelum pertandingan dimulai, termasuk Persib. Menurut dia, keberhasilan Mitra Kukar lolos ke 8 besar menunjukkan kesepadanan kualitas dengan perempat finalis lainnya.
“Mereka tim kuat, buktinya bisa masuk 8 Besar. Menurut saya secara kualitas tim-tim di babak ini ada pada level yang sama,” kata Hariono di Hotel Novotel, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Kamis 23 Februari 2017.
Gelandang jangkar asal Sidoarjo itu buta akan kekuatan Mitra Kukar saat ini. Apalagi, dia juga absen akibat akumulasi kartu kuning dalam laga terakhir saat Persib dipukul Naga Mekes, 1-2, di Tenggarong pada putaran kedua Indonesia Soccer Championship 2016 lalu.
Namun, dia menilai, Mitra Kukar memiliki tim yang solid. Para gelandang tangguh di lini tengah seperti pemain tim nasional Indonesia Bayu Pradana menjadi kekuatan utama Naga Mekes.
“Saya tidak main waktu (Persib) kalah di Tenggarong. Jadi, tidak tahu banyak soal kekuatan mereka tapi ada nama-nama yang saya tahu seperti Bayu (Pradana) yang membuat lini tengah mereka cukup kuat,” ujar Hariono.

Dengan jejak kemenangan atas PSM Makassar (1-0), Persiba Balikpapan (3-1), dan Persela Lamongan (2-0), cukup masuk akal apabila Persib diunggulkan untuk menjadi pemenang duel kontra Mitra Kukar yang hanya bermodalkan sekali menang, sekali imbang dan sekali kekalahan untuk lolos dari fase grup.
Namun, Hariono menegaskan, kekalahan bukan tak mungkin malah ditelan Persib andaikan terlalu percaya diri, apalagi sampai menganggap enteng Naga Mekes.
“Peluang menang maupun kalah antara kami dan Mitra Kukar itu ya sama. Kami juga ada kemungkinan kalah kalau lengah. Yang pasti kami harus berjuang keras dan tentunya dibarengi doa supaya bisa menang. Saya optimistis kami akan menang,” kata pemain yang loyal membela Persib sejak 2008 itu.

Hariono dipastikan bakal menjadi pilihan utama pelatih Djadjang Nurdjaman untuk mengawal lini tengah Persib. Perannya sebagai perusak serangan lawan nyaris tidak tergantikan. Setiap kali gelandang berusia 30 tahun itu tampil sejak awal laga pada fase grup, Persib tak pernah kebobolan.
Satu-satunya gol ke gawang Persib yang dilesakkan oleh striker Persiba Marlon da Silva terjadi ketika Hariono duduk di bangku cadangan.
Kolaborasi Hariono, Dedi Kusnandar, dan Kim Jeffrey Kurniawan akan menjadi tumpuan Persib untuk mendominasi lini tengah pada duel kontra Naga Mekes di Stadion Manahan, Solo, Sabtu 25 Februari 2017. Penguasaan sektor vital tersebut bakal memperbesar peluang untuk menang.***

emla-usa.com pic5678 Sumber: Pikiran Rakyat