Malaysia Siap Kirim Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Marawi

liputan6

liputan6 Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammudin Hussein, menyatakan sedang membahas kemungkinan mengirim bantuan kemanusiaan ke Marawi dengan pihak Filipina. Sebagaimana diketahui, salah satu wilayah di Pulau Mindanao itu sedang diguncang konflik dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami ingin memastikan agar ISIS tidak memiliki pijakan di kawasan, entah itu di Marawi atau di mana pun di ASEAN,” tutur pria berkacamata itu, seperti dimuat Channel News Asia, Jumat (7/7/2017).

Memenangkan hati dan pikiran juga butuh sentuhan kemanusiaan. Karena itu kami sedang berdiskusi dengan Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana untuk mengirim bantuan kemanusiaan demi membantu mereka yang melarikan diri dari Marawi. Kami tidak ingin mereka berubah menjadi militan karena kemarahan,” jelas Hishammudin Hussein.

Pernyataan itu disampaikannya usai meresmikan fasilitas perdagangan militer Malaysia di Pangkalan Udara Subang pada Kamis 6 Juli 2017. Ia berharap dapat segera meluncurkan patroli udara dari bandara milik militer di Subang tersebut. liputan6

Pada Juni 2017, Hishammudin Hussein menyaksikan peluncuran patroli maritim tiga negara yakni Malaysia, Indonesia, dan Filipina bersama dengan Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana serta Menteri Pertahanan Ryamizard Racudu di Laut Sulu. Patroli itu diluncurkan untuk mencegah kombatan asal Malaysia dan Indonesia bergabung ke Marawi sekaligus mencegah penyanderaan oleh Abu Sayyaf.

Hishammudin menegaskan kembali bahwa konflik bersenjata di Marawi menyebabkan kecemasan di seluruh kawasan Asia Tenggara, terutama dengan kehadiran kombatan asing. Ia menyebut, Malaysia sudah meningkatkan kehadiran militer di Sabah demi mencegah warganya bergabung ke Marawi lewat jalur laut.

“Kombatan asing di Marawi adalah keprihatinan utama saya. Sebagaimana Anda tahu, tidak hanya warga Malaysia saja yang tewas ditembak di Marawi,” tukas Hishammudin Hussein.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *